Tuai Sorotan, Paguyuban Tunggal Rahayu Ubah Lambang Garuda dan Cetak Uang Sendiri

 

sumber: google

Salah satu komunitas yang berada di Garut menarik perhatian publik dengan mengubah lambang Garuda Pancasila serta membuat uangnya sendiri. Tindakan yang dilakukan oleh Paguyuban Tunggal Rahayu ini terlihat dalam video dan foto yang sengaja mereka posting di laman Facebook mereka. 

Dalam postingannya di Facebook menunjukan bahwa ada sedikit perbedaan pada lambang Garuda Pancasila dengan yang dimiliki oleh Indonesia yang dipakai sebagai lambang dari negara Indonesia.

Tepatnya pada bagian kepala Garuda terlihat bentuk kepala burung yang mengarah ke depan. Sementara lambang garuda yang asli, wajah burung Garuda sendiri mengarah ke sisi kanan.

sumber: google

Paguyuban Tunggal Rahayu ini sendiri berada di Garut, tepatnya di Desa Bayusari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka. Dengan adanya ini semua warga sekitar menuduh bahwa paguyuban tersebut adalah kelompok yang ingin mendeklarasikan kerjaan baru. Namun, kala itu, aparat desa memastikan tak ada kerajaan baru di wilayahnya.

"Sebetulnya di Desa Bayusari itu, tidak ada kerajaan, setahu saya hanya ada paguyuban. Yaitu Paguyuban Tunggal Rahayu Ampera Kandang Wesi," ungkap seorang warga, Junadi, kepada Suara.com, Kamis (20/2/2020).

Bahkan, menurutnya, selama ini kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan hanya kegiatan istighosah dengan harapan agar ada bimbingan dan keselamatan dari Allah SWT.

"Selama ini, Alhamdulillah di Desa Banyusari, aman-aman saja dan ramai itu ketika ada imformasi bahwa di Desa Banyusari ada kerajaan baru. Padahal yang benar di Desa Banyusari hanya ada paguyuban," ujarnya.

Wahyu, salah seorang anggota paguyuban, mengaku kaget dengan penemuan mata uang yang diiduga dicetak oleh paguyuban tersebut.

"Fakta ditemukannya uang ini kami temukan memang belakangan. Kami juga cukup kaget karena paguyuban ini mengeluarkan uang dengan pecahan 20.000, 10.000, 5.000, dan 1.000," kata Wahyu seperti yang dikutip Hops.id.

Dalam salah satu lembaran uang tersebut, termuat foto Ketua Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman. Uang pecahan seribu tersebut juga ada tulisan Bank Indonesia. 
Jika dilihat dari desainnya, uang tersebut mirip dengan pecahan rupiah yang lama. Namun, gambar Presiden pertama, Soekarno diganti dengan muka Sutarman.

Belum diketahui secara pasti apakah uang tersebut digunakan sebagai alat transaksi antar pengikut paguyuban tersebut atau bukan. Namun, Wahyu mengatakan beberapa anggota sudah memiliki uang tersebut.

Selain itu, pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu juga disebut memiliki materi berupa uang yang tersimpan di Bank Swiss. Menurut Wahyu, mereka yang direkrut dijanjikan kompensasi berupa pelunasan hutang.



Comments

Popular posts from this blog

Pecahkan Rekor Baru Salah Buat Terkejut Jurgen Klopp

Polisi Sudah Periksa 2 Saksi Perampokan SPBU di Kiaracondong Bandung

Kematian Karena Covid-19 di Amerika Serikat Hampir Mencapai 190 Ribu Kasus